Perbandingan Fibonacci Dan Martiangle Dalam Memenangkan Soccer Bet

Menang dan kalah adalah hal yang mungkin terjadi di dalam permainan termasuk dalam taruhan bola. Prediksi anda mungkin saja meleset terhadap tim sepak bola yang anda dukung. Namun setidaknya prosentase kemenangan lebih tinggi dari pada kekalahan. Mengakali dari kemungkinan merugi saat taruhan, terdapat beberapa pilihan sistem taruhan yang dapat diterapkan.

Mengingat Menang taruhan memang mudah, namun untuk meraup profit yang lebih banyak maka kamu memerlukan sistem taruhan yang lebih canggih. Diantara berbagai betting system yang ada, Terdapat dua sistem dengan konsep yang hampir mirip yakni fibonacci dan martiangle. Agar tidak salah memilih sistem mana yang lebih baik digunakan saat soccer betting, berikut perbandingan antara fibonacci dan martinagle.

Pengertian Dasar

Fibonacci

Pada dasarnya, Fibonaccy system ini didasarkan pada ide keberulangan yang konstan. Jika kamu kalah pada taruhan pertama, maka taruhan selanjutnya harus sesuai dengan keberulangan tersebut. Keberulangan tersebut diterapkan hingga kamu mendapatkan kemenangan. Sistemnya yaitu 1,1,2,3,5,8,13, 21, dan seterusnya. Jadi sama seperti stacking method lainnya, prinsipnya yaitu semakin besar taruhan yang kamu keluarkan, maka setiap kemenangan yang didapatkan akan menutup kekurangan akibat kekalahan sebelumnya.

Martiangle

Teknik ini dilakukan dengan melipat gandakan nominal taruhan yang sekiranya bisa menutup kerugian di kesalahan prediksi taruhan sebelumnya. Jadi anda balas seluruh kerugian anda sebelumnya dengan bertaruh lebih besar di pertandingan bola selanjutnya.

Contoh Penerapan Sistem

Fibonacci

Sistemnya adalah 1-2-3-5-8-13-21-34. Naik satu langkah dengan setiap kerugian dan turun 2 langkah dengan setiap kemenangan. Perhatikan bahwa setiap kemenangan membayar untuk dua kerugian sebelumnya.

Jadi misalkan kamu bet 10 ribu kemudian kalah, maka dilanjutkan bertaruh 20 ribu. Kemudian bertaruh 20 ribu dan kalah, dilanjutkan bet 30 ribu. Lalu bet 30 ribu juga kalah maka diteruskan dengan bet 50 ribu. Jika kalah ulangi konsep sebelumnya tersebut. Jadi sistemnya yaitu semakin maju maka semakin besar taruhan yang harus dikeluarkan.

Martiangle

Pada taruhan pertama anda mendukung tim Chelsea yang kala itu melawan Everton, anda bertaruh 300 ribu untuk kemenangan Chelsea. Namun perdiksi anda salah, dimana Chelsea justru kalah dari Everton. Disini posisi anda sudah merugi 300 ribu.

Pada taruhan kedua anda kembali mendukung Chelsea pada laga tandang melawan Swansea City. Statistik diatas kertas seharusnya Chelsea dapat memperoleh kemenangan dengan mudah dipertandingan ini. Anda pun bertaruh 300 ribu untuk kemenangan Chelsea. Namun ternyata anda benar-benar sial karena prediksi anda salah lagi, Chelsea harus menerima kekalahan dari Swansea City. Disini posisi anda sudah rugi 2 kali dengan total 600 ribu.

Lalu apakah anda akan mundur dari permainan judi bola? kami sarankan jangan karena kemungkinan Chelsea menang di pertandingan berikutnya lebih besar. Anda dapat menaikkan taruhan menjadi 900 ribu dan jika prediksi anda benar maka anda masih untung 300 ribu.

Kemungkinan tim besar kalah 3 kali berturut-turut dalam pertandingan bola cukup kecil, terlebih tim besar sekelas Chelsea. Trik diatas adalah teknik sederhana untuk membalik keadaan rugi dalam judi bola menjadi kemenangan, silahkan anda dapat mencoba menerapkan cara diatas dalam taruhan bola anda.

Kedua sistem tersebut membutuhkan manajemen modal yang baik agar dapat tetap berjalan. Jadi dana taruhan anda tidak habis dalam sekali tebas. Paling tidak siapkan modal anda agar kuat menghandle kekalahan hingga setidaknya 3 kali kekalahan.

Setelah mengetahui konsep dasar dan contoh penerapan keduanya, pilihan ada ditangan anda. Namun, kebanyakan bettor lebih suka sistem taruhan Fibonacci daripada sistem taruhan martingale karena potensi menutup kekurangan cukup besar dan sangat mungkin, karena semakin banyak taruhan, maka semakin besar kemungkinan menutup utang.

Share this post:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •